Jumat, 26 Juli 2013

Contoh Surat Lamaran Kerja

Contoh Surat Lamaran Kerja. Banyaknya tenaga kerja produktif saat ini membuat persaingan dalam memperoleh pekerjaan semakin ketat, tidak jarang orang rela melakukan cara-cara yang tidak sportif asalkan dapat diterima di Instansi atau Perusahaan tertentu, salah satunya adalah dengan menyogok penitia penerimaan pegawai dan sebagainya.

Tetapi tidak semua instansi/perusahaan berbuat demikian, banyak juga yang melakukan proses rekruitment tenaga kerja secara fair dan transparant. Bila hal ini dilakukan maka persaingan yang terjadi sangat sehat dan proporsional, siapa saja yang memiliki skil dan kemampuan yang terbaik itulah yang akan diterima.

Salah satu persyaratan administrasi yang juga menjadi penentu lolos tidaknya berkas permohonan pekerjaan adalah surat lamaran. Sebagaimana postingan terdahulu mengenai Contoh Surat Lamaran Kerja Terbaru 2012, membuat surat lamaran tidak sembarang seperti membuat surat biasa, ada format, syarat serta trik yang harus dilakukan agar surat lamaran yang diajukan memenuhi kriteria untuk masuk pada proses selanjutnya.
Bagi Anda yang ingin mengetahui seperti apa surat lamaran kerja yang baik dan benar, berikut disajikan contoh surat lamaran pekerjaan yang dapat dijadikan referensi bagi Anda yang ingin melamar pekerjaan. Anda bisa memodifikasinya sesuai dengan bidang pekerjaan yang akan dilamar nantinya.


Contoh Surat Lamaran Kerja  1
Jakarta, 26 Maret 2013
Kepada Yth.
HRD Manager
PT. Bersaudara, Tbk.
Jl. Penjernihan Raya No. 2
Pejompongan
Jakarta Pusat
Dengan hormat,
Saya yang bertandatangan dibawah ini :

Nama         
: Agus Darwanto, SE
Tempat, Tanggal Lahir 
: Jakarta, 8 Mei 1980
Alamat  
: Petamburan RT. 02/09, Tn. Abang, Jakarta
No. Telp/HP
: 0812 987654321
Pendidikan terakhir
: S1 Akuntansi
Dengan ini mengajukan surat permohonan untuk bekerja di perusahaan Bapak/Ibu sebagai Accounting Manager.
Saat ini saya memiliki pendidikan Strata 1 yang memiliki korelasi dengan pekerjaan terkait, dan memiliki sedikit pengalaman sebagai Accounting Manager di salah satu Perusahaan terkemuka di Jakarta.
Dengan surat permohohan ini, saya menyatakan siap untuk memberikan waktu dan tenaga apabila di perlukan dan besar harapan saya untuk dapat mengikuti tes seleksi dan wawancara.
Demikian, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.
Hormat Saya
Agus Darwanto, SE
Lampiran Surat :
Daftar riwayat hidup
Fotocopy KTP (ID Card)
Fotocopy ijazah terakhir





Contoh Surat Lamaran Kerja 2
Depok, 26 Maret 2013
Kepada Yth,
Manager Personalia
PT. Rejeki Makmur
Jl. Margonda Raya No. 72
Depok, Jawa Barat
Dengan hormat,
Sesuai dengan penawaran lowongan pekerjaan dari PT. Rejeki Makmur, seperti yang dimuat di harian Monitor Depok pada tanggal 25 Maret 2013, dengan ini saya mengajukan diri untuk bergabung dalam Tim Marketing di PT. Rejeki Makmur. Adapun biodata saya  sebagai berikut :
Nama  
: Tubagus Zaini
Tempat / Tgl. Lahir 
: Banten, 28 Februari 1979
Pendidikan Akhir  
: SMK
Alamat  
: Grand Depok City Blok H/10, Tirtajaya, Depok
No. HP  
: 0817 987 654
Email
: tb_zaini@gmail.com
Status Perkawinan 
: Single
Saat ini saya bekerja sebagai tenaga paruh waktu di PT. Angin Ribut. Saya senang belajar serta dapat bekerja secara mandiri maupun dalam sebuah tim dengan baik.
Sebagai bahan pertimbangan, berikut saya lampirkan :
1. Daftar riwayat hidup.
2. Foto copy ijazah SMK
3. Foto copy sertifikat kursus/pelatihan.
4. Pass foto terbaru.
Besar harapan saya diberi kesempatan untuk mengikuti wawancara agar dapat menjelaskan lebih mendalam mengenai profil serta skil yang saya miliki. Disamping data yang tertuang pada resume (daftar riwayat hidup), Saya juga memiliki pengalaman yang cukup dalam tenaga marketing dan seorang pekerja keras.
Demikian surat lamaran ini saya sampaikan, atas perhatian dan bantuan yang diberikan saya ucapkan terima kasih.
Hormat saya,
Tubagus Zaini





Contoh Surat Lamaran Kerja 3
Untuk Posisi Tenaga IT (Informasi Teknologi)

Jakarta, 10 April 2013

Kepada Yth;
Bagian HRD
PT. Cyber Reksa Utama
Gedung Cyber Lt. 3
Jl.  KH. Abdul Rokhim
Mampang Prapatan
JAKARTA SELATAN

Dengan hormat,

Saya adalah mahasiswi jurusan Tekhnik Komputer di Universitas Gunadarma Depok yang telah lulus, dan akan diwisuda untuk menerima gelar Sarjana Tekhnik Informatika pada bulan Juli 2013.

Saat ini saya sedang mencari pekerjaan dalam bidang yang berhubungan dengan disiplin ilmu saya yaitu Database/Pemrograman dengan PHP MySQL untuk perusahaan yang berskala besar.

Selama berkuliah saya juga aktif menjadi Asisten Lab Komputer serta mengikuti kursus dalam bidang Database/Pemrograman dengan PHP MySQL untuk menambah skil dalam bidang IT yang saya miliki. Saya yakin dengan latar belakang pendidikan, pengetahuan dan keterampilan tersebut, akan dapat memberikan kontribusi yang cukup berarti bagi perusahaan Bapak.

Berikut saya lampirkan daftar riwayat hidup yang memuat rincian pengalaman dan kursus-kursus yang pernah saya ikuti. Saya sangat berharap dengan kualifikasi serta skil yang saya miliki akan mendapat perhatian yang baik dari Bapak, dan saya siap mengikuti test serta wawancara bila diberikan kesempatan.

Atas perhatian dan bantuan yang Bapak berikan saya ucapkan terima kasih.



Hormat saya,



Syvia Valentina




Contoh Surat Lamaran Kerja 4
Untuk Posisi Tenaga Marketing (Pemasaran)
Jakarta, 10 April 2013

Kepada Yth.
Ibu. Ani Sumadi
Marketing Division
PT. Yakult Indonesia Persada
PP Plaza Lantai 7
Jl. TB. Simatupang No. 57
Jakarta 17360

Dengan hormat,

Bersama surat ini saya bermaksud mengajukan lamaran pekerjaan pada PT. Yakult Indonesia Persada, saya yakin dengan pengalaman yang saya miliki selama 6 tahun di bidang pemasaran akan dapat memberikan kontribusi yang bernilai bagi PT. Yakult Indonesia Persada.

Perlu Ibu ketahui sebelumnya saya pernah bekerja pada sebuah perusahaan multinasional PT. Indofood Surya Makmur dan berhasil meningkatkan penjualan produk dengan total penjualan hingga 600 milyar rupiah dalam waktu 2,5 tahun.
Selengkapnya mengenai pengalaman saya semuanya tertuang dalam curriculum vitae terlampir. Saya bersedia mengikuti wawancara dan diskusi mengenai apa yang sudah saya lakukan untuk meningkatkan omset penjualan pada perusahaan sebelumnya dan rencana kedepan untuk bisa meningkatkan omset penjualan pada PT. Yakult Indonesia Persada. Bila Ibu berkenan bisa menghubungi saya di nomor 0812 3456 7890
Demikian atas perhatian Ibu berikan saya ucapkan terima kasih.

Hormat saya,



Mulya Sudradjat




Contoh Surat Lamaran Kerja 5
Untuk Posisi Sekretaris (Administrasi)
Tangerang, 10 April 2013
Kepada Yth,
Bapak Kepala Biro Kepegawaian
PT.  Batan Teknologi
Jl.  Puspitek Raya Gedung 70
Kawasan Puspiptek Serpong
Tangerang Selatan 15310
Dengan hormat,

Sehubungan dengan iklan yang dimuat di harian Republika terbitan tanggal 7 Maret 2013 untuk posisi sekretaris,  bersama ini saya mengajukan lamaran pekerjaan untuk posisi tersebut.

Pada 21 April 2013 yang akan datang usia saya genap 23 tahun, pengalaman saya sebelumnya pernah bekerja paruh waktu pada perusahaan jasa pengiriman barang sebagai tenaga administrasi selama 2,5 tahun. Saya adalah lulusan Akademi Sekretaris dan Manajemen Indonesia (ASMI) lulusan tahun 2012, dan saya pernah mengikuti kursus-kursus dalam bidang kesekretarisan dan hubungan mayarakat di beberapa tempat terkemuka.
Berdasarkan pengalaman yang saya miliki, saya merasa mampu mengisi lowongan pekerjaan yang ditawarkan PT.  Batan Teknologi dan saya berharap bisa memberikan kontribusi yang baik bagi perusahaan disamping saat ini saya juga berdomisili di Tangerang Banten.
Pengalaman serta pelatihan kesekretarisan yang pernah saya ikuti tertuang dalam daftar riwayat hidup terlampir sebagai bahan pertimbangan. Juga saya lampirkan foto terakhir saya ukuran postcard.
Demikian surat lamaran ini saya sampaikan, saya sangat berharap Bapak bisa memberikan waktu kepada saya untuk melakukan interview serta test yang diperlukan. Atas perhatian dan bantuan yang Bapak berikan saya ucapkan terima kasih.
Saya harap Bapak akan mempertimbangkan lamaran ini, dan memberi saya suatu kesempatan untuk wawancara.

Hormat saya,



Kamis, 16 Mei 2012

1.      The defendant refused to answer the prosecutor's questions ....
a.       Because he was afraid it would incriminate him   
b.      For fear that they will incriminate him
c.       Because he was afraid that his answers would incriminate him
d.      Fearing that he will be incriminated by it
ANSWER : the correct answer is A because the main clause expressed in the past tense, so the dependent clause using past tense.
2.      Mrs. Walker has returned ...
a.       A wallet back to its original owner
b.      To its original owner the wallet
c.       The wallet to its originally owner
d.      The wallet to its original owner
ANSWER : “return” means “to go back or to send back”, so answer A is wrong, the correct answer is D.
3.      The hospital owes ....... the construction of the new wing.
a.       The government twenty million dollars
b.      For the government twenty million dollars
c.       To the government twenty million dollars
d.      Twenty million of dollars to the government
ANSWER : the correct answer is C because after the information is needed to clarify the object of the sentence.
4.      Sarah ........ that she could not attend classes next week.
a.       Told to her professors
b.      Said her professors
c.       Told her professors
d.      Is telling her professors
ANSWER : the correct answer is C because “Told her professors” is not redundant sentence.
5.      The artist was asked to show some paintings at the contest because .......
a.       He painted very good
b.      They believed he painted well
c.       Of their belief that he was an good artist 
d.      The judges had been told of this talents
ANSWER : the correct answer is A because pronoun must be same with the Subject.
6.      If motorist do not observe (A) the (B) traffic regulation, they (C) will be stopped, ticketed, and have to pay a fine (D).   
ANSWER : D is not correct because the word “have to pay a fine” in the sentence should be replaced with “have paid a fine”.
7.      Fred, who usually conducts the choir rehearsals (A), did not show up (B) last night because he had (C) an accident on his way to the practice (D).
ANSWER: C in the sentence incorrect and should be replaced with have.
8.      A short time (A) before her operation last (B) month, Mrs. Carlyle dreams (C) of her daughter who lives overseas (D).
ANSWER: C word is incorrect and should be replaced with the word dreamed that sentence because the past tense.
9.      The atmosphere in Andalucia (A) is open, warm, and gives a welcome feeling (B) to all who (C) have the good (D) fortune to visit here.
ANSWER: B is incorrect because there is a parallel to the word gives a welcome feeling and should be replaced with the word and the word welcome eliminated give or giving.
10.  Some of the (A) people were standing (B) in the street watched (C) the parade, while others (D) were singing songs.
ANSWER: C is incorrect because parallel structure and should be replaced with the word “watching”.
           

Kamis, 18 April 2012

Written Expression Questions TOEFL Test

1.   Nobody (A) know  when the(B) process of glass-making (C) was  (D) invented.
The word is not correct (A), because “Nobody” is grammatically singular, so it takes singular verb.
The right sentence : Nobody knows when the process of glass-making was invented.
2.   The languages of the world (A) presents a vast (B) array of structural (C) similarities and (D) differences.
The word is not correct (A), because the verb must be agree with plural subject ”The languages”.
The right sentence : The languages of the world present a vast array of structural similarities and differences.
3.   The rise of multinationals (A) have (B) resulted in a great deal of legal ambiguity because multinationals (C) can (D) operate in so many jurisdictions.
The word is not correct (A), because the verb must be agree with singular subject ”the rise of multinationals”.
The right sentence : The rise of multinationals has resulted in a great deal of legal ambiguity because multinationals can operate in so many jurisdictions.
4.   All of the east- west interstate highways in the United States (A) has even (B) numbers, while north-south interstate highways (C) are (D) odd-numbered.
The word is not correct (A), because the verb must be agree with the plural object “interstate highways”.
The right sentence : All of the east- west interstate highways in the United States have even numbers, while north-south interstate highways are odd-numbered.
5.   (A) When a massive star in the large Magellanic Cloud (B) exploded in 1987, a wave of neutrinos (C) were (D) detected on Earth.
The word is not correct (C), because the verb must be agree with the singular subject “a wave”.
The right sentence : When a massive star in the large Magellanic Cloud exploded in 1987, a wave of neutrinos was detected on Earth.
6.   Every open space in the (A) targeted area that (B) has grass and few bushes (C) are (D) occupied by the white-crowned sparrow.
The word is not correct (C), because “Every open space”  is grammatically singular, so it takes singular verb.
The right sentence : Every open space in the targeted area that has grass and few bushes is occupied by the white-crowned sparrow
7.   Krakatoa (A) is remembered as the volcano that (B) put so much ash into the air that sunsets around the world (C) was affected for two years (D) afterward.
The word is not correct (B), because the verb must be agree with the singular subject “Krakatoa”.
The right sentence : Krakatoa is remembered as the volcano that puts so much ash into the air that sunsets around the world was affected for two years afterward.
8.   The term “Yankee” (A) was originally a nickname for people from New England, but now anyone from the United States (B) are (C) referred (D) to as a Yankee.
The word is not correct (B), because the verb must be agree with singular subject “The term”
The right sentence : The term “Yankee” was originally a nickname for people from New England, but now anyone from the United States is referred to as a Yankee.
9.   A network of small arteries, most (A) sandwiched between the skin and the (B) underlying muscles, (C) supply (D) blood the face and scalp.
The word is not correct (C), because the verb must be agree with singular subject “A network”.
The right sentence : A network of small arteries, most sandwiched between the skin and the underlying muscles, supplies blood the face and scalp.
10.   Mesquite (A) is a (B) small tree in the Southwest (C) who can (D) withstand the severest drought.
The word is not correct (D), because the verb must be agree with singular subject “Mesquite”.
The right sentence : Mesquite is a small tree in the Southwest who can withstands the severest drought.

RINGKASAN

PENGERTIAN RANGKUMAN (RINGKASAN)
      Rangkuman dapat diartikan sebagai suatu hasil merangkum atau meringkas suatu tulisan atau pembicaraan menjadi suatu uraian yang lebih singkat dengan perbandingan secara proporsional antara bagian yang dirangkum dengan rangkumannya (Djuharni, 2001). Rangkuman dapat pula diartikan sebagai hasil merangkai atau menyatukan pokok-pokok pembicaraan atau tulisan yang terpencar dalam bentuk pokok-pokoknya saja. Rangkuman sering disebut juga ringkasan, yaitu bentuk ringkas dari suatu uraian atau pembicaraan Pada tulisan jenis rangkuman, urutan isi bagian demi bagian, dan sudut pandang (pendapat) pengarang tetap diperhatikan dan dipertahankan.

CARA MEMBUAT RANGKUMAN DAN IKHTISAR
     Merangkum atau meringkas suatu bacaan bertujuan untuk menguji kemampuan penulis pemula dalam menemukan pokok-pokok permasalahan sebuah tulisan, kemudian menyusun kembali dalam sebuah tulisan yang lebih ringkas. Di dalam membuat suatu rangkuman, penulis bisa langsung mengemukakan isi suatu uraian atau pembicaraan itu tanpa harus menggunakan kalimat penyambung. Yang dimaksud dengan kalimat penyambung itu adalah menggunakan pernyataan dengan kata-kata:
“Pada buku yang berjudul Terampil Meringkas, pengarang memulai dengan penjelasan tentang masalah menulis ringkasan bagi para penulis pemula sebagai berikut.” atau “Pengarang buku yang berjudul Ayo Menulis memulai uraiannya dengan menyebutkan hal-hal sebagai berikut.” Kalimat penyambung dalam sebuah rangkuman seperti contoh di atas tidak diperlukan. Penulis dapat langsung melakukan kegiatan mencari pokok-pokok permasalahan terhadap tulisan yang akan dirangkum sesuai dengan tulisan yang telah dibaca dan dipahami. Pokok-pokok permasalahan dalam sebuah tulisan dapat diambil dari kalimat-kalimat utama dalam setiap paragraf. Kalimat-kalimat utama tersebut selanjutnya dihubung-hubungkan dengan menggunakan konjungsi atau dengan menambah kalimat penghubung agar tampak koheren (padu). Hal yang harus diperhatikan di dalam membuat rangkuman adalah penggunaan bahasa yang digunakan di dalam rangkuman. Bahasa rangkuman harus berbeda dengan bahasa asli penulis buku yang dirangkum. Akan tetapi, bahasa rangkuman yang dibuat bertolak dari ide pokok pengarang yang tertuang dalam setiap paragraf atau bacaan. Dengan demikian, jika akan merangkum uraian pengarang dari suatu paragraf, penulis terlebih dahulu perlu menemukan ide pokok yang terdapat di dalam paragraf tersebut, kemudian diungkap ulang dengan menggunakan bahasa yang berbeda dan singkat. Agar hasil rangkuman itu tidak menyimpang dari uraian aslinya, ide-ide pokok setiap paragraf jangan diabaikan.

       Ikhtisar adalah tulisan ringkas yang berisi pokok persoalan dalam sebuah bacaan. Dalam pembuatan ikhtisar, penulis dapat langsung mengungkapkan persoalan dari suatu bahan bacaan atau pembicaraan yang akan diikhtisarkan. Penulis dapat membuat catatan atau memberi tanda tertentu pada bagian-bagian penting dalam bacaan yang akan diikhtisarkan ketika membaca. Dalam membuat ikhtisar, urutan isi tidak perlu dipersoalkan dan bahasa disusun dengan gaya bahasa yang mudah sehingga dapat dipahami oleh pembacanya. Dalam membuat ikhtisar dapat pula dilakukan dengan cara menyesuaikan bahasa ikhtisar dengan pembaca atau yang akan memahami ikhtisar tersebut. Penulis dapat pula memberikan penafsiran isi bacaan sesuai dengan kajian ilmu yang didalaminya, namun tetap mempertahankan pokok persoalan yang diungkapkan.                                                               

LANGKAH-LANGKAH MENULIS RANGKUMAN DAN IKHTISAR
      Untuk dapat menghasilkan sebuah rangkuman yang baik, seorang penulis pemula perlu memperhatikan empat hal pokok, yaitu:

Pertama : mampu membaca dengan baik bacaan yang akan dirangkum,
Kedua : mampu memahami isi secara utuh terhadap bacaan yang akan dirangkum,
Ketiga : mampu menemukan ide-ide pokok ataupun kalimat topik dalam bacaan yang akan dirangkum, serta
Keempat : mampu menyusun kembali ide-ide maupun kalimat topik yang telah ditemukan menjadi sebuah tulisan utuh

Untuk mencapai hal di atas, langkah-langkah yang harus ditempuh bagi seorang penulis rangkuman adalah sebagai berikut.

1. Perangkum harus membaca uraian asli pengarang sampai tuntas agar memperoleh gambaran atau kesan umum dan sudut pandang pengarang. Pembacaan hendaklah dilakukan secara saksama dan diulang sampai dua atau tiga kali untuk dapat memahami isi bacaan secara utuh.

2. Perangkum membaca kembali bacaan yang akan dirangkum dengan membuat catatan pikiran utama atau menandai pikiran utama setiap uraian untuk setiap bagian atau setiap paragraf.

3. Dengan berpedoman hasil catatan, perangkum mulai membuat rangkuman dan menyusun kalimat-kalimat yang bertolak dari hasil catatan dengan menggunakan bahasa perangkum sendiri. Hanya saja, apabila perangkum merasa ada yang kurang enak, perangkum dapat membuka kembali bacaan yang akan dirangkum.

4. Perangkum perlu membaca kembali hasil rangkuman dan mengadakanperbaikan apabila dirasa ada kalimat yang kurang koheren.

5. Perangkum perlu menulis kembali hasil rangkumannya berdasarkan hasil perbaikan dan memastikan bahwa rangkuman yang dihasilkan lebih pendek dibanding dengan bacaan yang dirangkum.

PERBEDAAN ANTARA IKHTISAR DENGAN ABSTRAK DENGAN RINGKASAN



     Hal yang juga harus mendapat perhatian dari penulis rangkuman adalah tidak memberikan penafsiran baru terhadap suatu pengertian yang diuraikan oleh pengarang asli.Selain itu, perangkum tidak boleh memasukkan hasil pemikirannya sendiri ke dalam rangkuman sebab akan mengaburkan pengertian gagasan yang diungkapkan oleh pengarang asli.
Ikhtisar
Ikhtisar adalah rangkuman gagasan yang dianggap penting oleh penyusun ikhtisar yang digali dari sebuah teks.
Penyusun ikhtisar dapat langsung mengemukakan inti atau pokok permasalahan yang berkaitan dengan kepentingan atau perhatiannya.

Ciri ikhtisar  sebagai berikut;

 merupakan tulisan baru yang mengandung sebagian gagasan dari teks.

 tidak mengandung hal baru,pikiran,atau opini penyusun ikhtisar,baik yang dimasukkan secara sadar maupun tidak sadar.

 menggunakan kata-kata dari penyusun sendiri.


Abstrak

     Abstrak dan ikhtisar merupakan dua kata yang bermakna sama.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia tercantum bahwa kata abstrak berarti ‘ringkasan’ inti ikhtisar (karangan, laporan, dsb),sedangkan kata ikhtisar berarti ‘pandangan secara ringkas (yang penting-penting saja) ringkasan.Istilah abstrak berasal dari bahasa Inggris,sedangkan istilah ikhtisar berasal dari bahasa Arab.
     Jadi,kedua istilah itu berpadanan.Akan tetapi,di Indonesia,istilah ikhtisar dibedakan dari istilah abstrak.Ikhtisar merupakan rangkuman gagasan yang berlaku dalam laras umum,sedangkan abstrak merupakan rangkuman atau iktisar yang berlaku dalam laras ilmiah.Oleh karena itu,berlaku format tertentu bagi abstrak,baik untuk jurnal maupun untuk karya ilmiah.
Ringkasan
    Ringkasan adalah penyajian karangan atau peristiwa yang panjang dalam bentuk yang singkat dan efektif.Ringkasan adalah sari karangan tanpa hiasan.Ringkasan itu dapat merupakan ringkasan sebuah buku,bab,ataupun artikel.
Fungsi sebuah ringkasan adalah memahami atau mengetahui sebuah buku atau karangan.Dengan membuat ringkasan,kita mempelajari cara seseorang menyusun pikirannya dalam gagasan-gagasan yang diatur dari gagasan yang besar menuju gagasan penunjang,Melalui ringkasan kita dapat menangkap pokok pikiran dan tujuan penulis.

CARA MEMBUAT RINGKASAN
MEMBACA NASKAH ASLI
Bacalah naskah asli sekali atau dua kali, kalau perlu berulang kali agar Anda mengetahui kesan umum tentang karangan tersebut secara menyeluruh. Penulis ringkasan juga perlu mengetahui maksud dan sudut pandangan penulis naskah asli. Untuk mencapainya, judul dan daftar isi tulisan (kalau ada) dapat dijadikan pegangan karena perincian daftar isi memunyai pertalian dengan judul dan alinea-alinea dalam tulisan menunjang pokok-pokok yang tercantum dalam daftar isi

MENCATAT GAGASAN UTAMA
Jika Anda sudah menangkap maksud, kesan umum, dan sudut pandangan pengarang asli, silakan memperdalam dan mengonkritkan semua hal itu. Bacalah kembali karangan itu bagian demi bagian, alinea demi alinea sambil mencatat semua gagasan yang penting dalam bagian atau alinea itu. Pokok-pokok yang telah dicatat dipakai untuk menyusun sebuah ringkasan. Langkah kedua ini juga menggunakan judul dan daftar isi sebagai pegangan. Yang menjadi sasaran pencatatan adalah judul-judul bab, judul anak bab, dan alinea, kalau perlu gagasan bawahan alinea yang betul-betul esensial untuk memperjelas gagasan utama tadi juga dicatat.

mengadakan reproduksi
pakailah kesan umum dan hasil pencatatan untuk membuat ringkasan. Urutan isi disesuaikan dengan naskah asli, tapi kalimat-kalimat dalam ringkasan yang dibuat adalah kalimat-kalimat baru yang sekaligus menggambarkan kembali isi dari karangan aslinya. Bila gagasan yang telah dicatat ada yang masih kabur, silakan melihat kembali teks aslinya, tapi jangan melihat teks asli lagi untuk hal lainnya agar Anda tidak tergoda untuk menggunakan kalimat dari penulis asli. Karena kalimat penulis asli hanya boleh digunakan bila kalimat itu dianggap penting karena merupakan kaidah, kesimpulan, atau perumusan yang padat.

ketentuan tambahan
Setelah melakukan langkah ketiga, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan agar ringkasan itu diterima sebagai suatu tulisan yang baik.
1.
a. Susunlah ringkasan dalam kalimat tunggal daripada kalimat majemuk.
b. Ringkaskanlah kalimat menjadi frasa, frasa menjadi kata. Jika rangkaian gagasan panjang, gantilah dengan suatu gagasan sentral saja.
c. Besarnya ringkasan tergantung jumlah alinea dan topik utama yang akan dimasukkan dalam ringkasan. Ilustrasi, contoh, deskripsi, dsb. dapat dihilangkan, kecuali yang dianggap penting.
d. Jika memungkinkan, buanglah semua keterangan atau kata sifat yang ada, meski terkadang sebuah kata sifat atau keterangan masih dipertahankan untuk menjelaskan gagasan umum yang tersirat dalam rangkaian keterangan atau rangkaian kata sifat yang terdapat dalam naskah.
e. Anda harus mempertahankan susunan gagasan dan urutan naskah. Tapi yang sudah dicatat dari karangan asli itulah yang harus dirumuskan kembali dalam kalimat ringkasan Anda. Jagalah juga agar tidak ada hal yang baru atau pikiran Anda sendiri yang dimasukkan dalam ringkasan.
f. Agar dapat membedakan ringkasan sebuah tulisan biasa (bahasa tak langsung) dan sebuah pidato/ceramah (bahasa langsung) yang menggunakan sudut pandang orang pertama tunggal atau jamak, ringkasan pidato atau ceramah itu harus ditulis dengan sudut pandangan orang ketiga.
g. Dalam sebuah ringkasan ditentukan pula panjangnya. Karena itu, Anda harus melakukan seperti apa yang diminta. Bila diminta membuat ringkasan menjadi seperseratus dari karangan asli, maka haruslah membuat demikian. Untuk memastikan apakah ringkasan yang dibuat sudah seperti yang diminta, silakan hitung jumlah seluruh kata dalam karangan itu dan bagilah dengan seratus. Hasil pembagian itulah merupakan panjang karangan yang harus ditulisnya. Perhitungan ini tidak dimaksudkan agar Anda menghitung secara tepat jumlah riil kata yang ada. Tapi perkiraan yang dianggap mendekati kenyataan. Jika Anda harus meringkaskan suatu buku yang tebalnya 250 halaman menjadi sepersepuluhnya, perhitungan yang harus Anda lakukan adalah sebagai berikut:
1. Panjang karangan asli (berupa kata) adalah: Jumlah halaman x Jumlah baris per halaman x Jumlah kata per baris = 250 x 35 X 9 kata = 78.750 kata.
2. Panjang ringkasan berupa jumlah kata adalah: 78.750 : 10 = 7.875 kata. Panjang ringkasan berupa jumlah halaman ketikan adalah: jika kertas yang dipergunakan berukuran kuarto, jarak antar baris dua spasi, tiap baris rata-rata sembilan kata, pada halaman kertas kuarto dapat diketik 25 baris dengan jarak dua spasi, maka: Jumlah kata per halaman adalah: 25x 9 kata = 225. Jumlah halaman yang diperlukan adalah: 7.875:225 = 35 halaman

KALIMAT EFEKTIF


Kalimat efektif adalah kalimat yang memperlihatkan bahwa proses penyampaian oleh pembicara/penulis dan proses penerimaan oleh pendengar/pembaca berlangsung dengan sempurna sehingga isi atau  maksud yang di sampaikan oleh pembicara/penulis tergambar lengkap dalam pikiran pendengar/pembaca. Pesan yang diterima oleh pendengar/pembaca relative sama dengan yang di kehendaki oleh pembicara/penulis.

Syarat-syarat kalimat efektif sebagai berikut:
1. Secara tepat mewakili pikiran pembicara/penulisnya.
2. Mengemukakan pemahaman yang sama tepatnya antara pikiran pendengar/pembaca dengan yang dipikirkan pembaca atau penulisnya.

Kalimat efektif itu memiliki ciri yaitu :
1           Koherensi (keutuhan)
Koherensi (keutuhan) dalam kalimat terlihat pada adanya keterkaitan makna antardata dalam kalimat tersebut. Perhatikan contoh dibawah ini.
(1a)      Kami pun akhirnya saling memaafkan.
(1b)      Saya pun akhirnya saling memaafkan.
(2a)      Mereka berbondong-bondong menuju pertunjukan rakyat itu.
(2b)      Dia berbondong-bondong manuju pertunjukan rakyat itu.
Kalimat (1a) dan (2a) di atas merupakan contoh kalimat yang memiliki keutuhan atau kepaduan, sedangkan kalimat (1b) dan (2b) tidak. Penggunaan kata ganti orang pertama tunggal saya pada (1b) sebagai subjek predikat verba saling memaafkan tidaklah tepat. Predikat verba itu memerlukan kata ganti orang yang jamak. Sementara itu, pada kalimat (2b) terlihat pada penggunaan kata ganti dia sebagai subjek predikat verba berbondong-bondong. Predikat verba itu memiliki cirii (semantis) dengan subjek jamak.
2           Kesejajaran
Kalimat efekif mempersyaratkan adanya kesejajaran bentuk dan kesejajaran makna. Kesejajaran bentuk berhubungan dengan struktur kalusa, sedangkan kesejajaran makna berkaitan dengan kejelasan informasi yang diungkapkan.
2.1         Kesejajaran Bentuk
Kesejajaran bentuk mengacu pada kesejajaran unsur-unsur dalam kalimat. Kesejajaran unsur-unsur kalimat itu akan memudahkan pemahaman pengungkapan pikiran. Perhatikan contoh kalimat berikut.
(3a)      Lokasi perumahan telah dipilih, tetapi lokasi itu belum disetujui direktur.
(3b)      Lokasi perumahan telah dipilih, tetapi direktur belum menyetujuinya.
Kalimat (3a) memperlihatkan kesejajaran bentuk kalusa, keduanya merupakan kalusa bentuk pasif. Sementara itu pada kalimat (3b) ketitidak sejajaran bentuk terlihat pada ketitidak sejajaran bentuk kalusa pasif (dipilih) dan bentuk kalusa aktif (menyetujui). Agar terdapat kesejajaran, klausa kedua di ubah menjadi klausa pasif. Jika bentuk kalusa pertama pasif, bentuk klausa berikutnya pasif pula (3a). sebaliknya, jika bentuk kalusa pertama aktif, bentuk kalusa berikutnya aktif juga. Dengan demikian kalimat (3b) dapat di perbaiki menjadi seperti berikut.
(3c)      Pemimpin unit telah memilih lokasi perumahan, tetapi direktur belum menyetujuinya.
Kesejajaran bentuk juga perlu diperhatikan dalam kalimat yang mengandung perincian. Perhatikan comtoh berikut/
(4)        Langkah-langkah dalam wawancara ialah
            (a)        pertemuan dengan orang yang akan diwawancarai,
            (b)        utarakan maksud wawancara, dan
            (c)        mengatur waktu wawancara.
Ketidaksejajaran kalimat (4) terlihat dalam penggunaan bentuk kata pada awal rincian. Dalam rincian yang pertama digunakan bentuk kata pertemuan (nomina); dalam perincian kedua digunakan bentuk kata utarakan (verba); dalam perincian keiga digunakan bentuk kata mengatur(verba). Agar sejajar, kalimat (4) di perbaiki menjadi seperti berikut.
(4a)      Langkah-langkah dalam wawancara ialah
            (a)        mengatur pertemuan dengan orang yang akan diwawancarai,
            (b)        mengutarakan maksud wawancara, dan
            (c)        mengatur waktu wawancara.
2.2         Kesejajaran Makna    
Kesejajaran makna kalimat akan terlihat melalui penataan gagasan yang cermat. Perhatikan contoh berikut ini .
(5)        Saya tidak memperhatikan dan mempunyai kepentingan terhadap masalah itu.
Kalimat seperti itu sering terealisasi menjadi pernyataan negative (tidak memperhatikan ) digabungkan dengan pernyataan positif (mempunyai kepentingan). Akibatnya, makna kalimat (5) tidak jelas. Seharusnya, pernyataan negative di gabungkan dengan pernyataan negative pula atau sebaliknya. Dengan demikian, kalmat (5) dapat diubah sebagai berikut.
         (5a)      Saya tidak memperhatikan dan mempunyai kepentingan terhadap masalah itu.
         (5b)      Saya memperhatikan dan mempunyai kepentingan terhadap masalah itu.

3           Pemfokusan
Yang dimaksud dengan pemfokusan adalah pemusatan perhatian terhadap bagian kalimat tertentu. Pemfokusan itu dilakukan melalui berbagai cara, antara lain melalui pengedepanan dan pengulangan.
3.1        Pengedepanan
            Kalimat yang difokuskan diletakan pada bagian awal kalimat. Perhatikan contoh berikut.
            (6)        Piala Sudirman seharusnya tidak berpindah dari bumi pertiwi ini.
            (7)        Sangat memprihatinkan keadaan perekonomian Indonesia saat itu.
            (8)        Secara beringas mereka menyerbu pertokoan itu.
            Pada cotoh diatas terlihat bahwa bagian awal kalimat merupakan bagian yang difokuskan atau ditonjolkan. Unsur yang ditonjilkan pada kalimat (6) adalah subjeknya, yaitu Piala Sudirman, pada kalimat (7) adalah predikat, yaitu sangat memprihatinkan, dan pada kalimat (8) adalah keterangan, yaitu secara beringas. Unsur yang dikedepankan itu tidak ada menonjol lagi kalau susunannya diubah menjadi sebagai berikut.
            (6a)      Seharusnya piala Sudirman tidak berpindah dari bumi pertiwi ini.
            (7a)      Keadaan perekonomian Indonesia saat itu sangat memprihatinkan.
            (8a)      Mereka menyerbu pertokoan itu secara beringas.
3.2        Pengulangan
Pemfokusan dapat ditempuh pula melalui pengulangan bagian yang difokuskan atau ditekankan, seperti contoh berikut.
         (9)        Rajin membaca dan rajin menulis dapat menjamin prestasi belajar demi masa depan.
            (10)      Pandai bergaul, pandai berbicara, dan pandai membujuk orang adalah modal utama seorang pialang.
            Pengulangan kata rajin pada kalimat (9) dan kata pandai pada kalimat (10) dalam ragam tertentu tidak dapat dikatakan mubazir karena berfungsi untuk mempertegas pernyataan. Sebenarnya kata rajin dan pandai dapat saja hanya muncul sekali, tetapi kesannya berbeda. Bandingkan kalimat (9) dan (10) dengan kalimat (9a) dan (10a) berikut.
            (9a)      Rajin membaca dan menulis dapat menjadi prestasi belajar masa depan.
(10a)    Pandai bergaul, berbicara, dan membujuk orang adalah modal utama seorang pialang.


4          Penghematan
Kalimat efektif ditandai pula dengan penggunaan kata secara hemat. Penghematan penggunaan kata itu dilakukan, antara lain, dengan cara (a) Tidak mengulang subyek yang sama, (b) Menghindari pemakaian bentuk ganda, dan (c) Menggunakan kata secara hemat.
4.1       Penghilangan Subjek Berulang
Subjek berulang terdapat dalam kalimat majemuk, baik dalam kalimat majemuk setara maupun kalimat majemuk bertingkat. Dalam hal ini subjeknya harus sama pada kalimat majemuk setara subjek kalimat pertama sama dengan subjek kalimat kedua, ketiga, dan seterusnya. Pada kalimat majemuk bertingkat subjek anak kalimat sama dengan subjek induk kalimat. Perhatikan kalimat dibawah ini.
(11)      Dia masuk ke ruang pertemuan itu, kemudian dia duduk di kursi paling depan, lalu dia asyik membaca novel.
            (11a)    Dia masuk ke ruang pertemuan itu, kemudian duduk di kursi paling depan, lalu asyik membaca novel.
            Kalimat (11) adalah kalimat majemuk setara yang terdiri atas tiga kalimat dasar dengan subjek yang sama, yaitu dia. Pemunculan subjek sebanyak tiga kali tersebut jelas tidak hemat. Oleh karena itu, subjek kedua dan ketiga tidak perlu hadir sehingga terbentuk kalimat (11a) yang lebih efektif.
            Penghilangan subjek kalimat majemuk bertingkat terlihat pada kalimat berikut.
            (12)      Sejak saya bertempat tinggal di Bogor, saya mempunyai banyak waktu luang.
            (12a)    Sejak bertempat tinggal  di Bogor, saya mempunyai lebih banyak waktu luang.
            Pada kalimat (12) terlihat bahwa subjek anak kalimat sama dengan subjek induk kalimat. Karena subjeknya sama, salah satu subjek tersebut dapat dihilangkan sehingga menjadi kalimat (12a). Namun, harus diingat bahwa penghilangan subjek di dalam kalimat majemuk bertingkat tidak boleh dilakukan pada induk kalimat karena kalau urutan diubah akan terjadi seperti (12c). Penghilangan seperti pada kalimat (12b) dan (12c) dibawah ini harus dihindari.
            (12b)    * Sejak saya bertempat tinggal di Bogor, mempunyai lebih banyak waktu luang.
            (12c)    * Mempunyai lebih banyak waktu luang sejak saya bertempat tinggal di Bogor.
4.2       Penghilangan Bentuk Ganda
Di dalam pemakaian bahasa sehari-hari sering ditemukan pemakaian bentuk ganda yang dapat digolongkan sebagai bentuk ganda atau bersinonim seperti contoh berikut.
            adalah merupakan  
            agar supaya
            seperti misalnya
             sangat … sekali
            amat sangat
            demi untuk
            hanya … saja
            Tiap-tiap unsur  pada pasangan di atas mempunyai arti dan fungsi yang hampir sama di dalam sebuah kalimat. Oleh karena itu, penggunaan kedua unsur tersebut secara bersama-sama, terutama dalam bahasa tulis resmi, harus dihindarkan perhatikan contoh di bawah ini :
            (13)      Bantuan untuk orang miskin itu adalah merupakan wujud kepedulian sosial masyarakat yang mampu.
            (13a)    Bantuan untuk orang miskin itu merupakan wujud kepedulian social masyarakat yang mampu.
(13b)    Bantuan untuk orang miskin itu adalah wujud kepedulian social masyarakat yang mampu.
            (14)      Penghijauan kembali lahan gundul perlu digalakkan agar supaya tidak terjadi banjir.
            (14a)    Penghijauan kembali lahan gundul perlu digalakkan agar tidak terjadi banjir.
            (14b)    Penghijauan kembali lahan gundul perlu digalakkan supaya tidak terjadi banjir.
            (15)      Kualitas air tanah di daerah permukiman itu sangat baik sekali.
            (15a)    Kualitas air tanah di daerah pemukiman itu sangat baik.
            (15b)    Kualitas air tanah di daerah pemukiman itu baik sekali.
            (16)      Persoalan yang dibicarakannya amat sangat penting.
            (16a)    Persoalan yang dibicarakannya amat penting.
            (16b)    Persoalan yang dibicarakannya sangat penting.
            (17)      Demi untuk kepentingan rakyat banyak mereka rela berkorban apa saja.
            (17a)    Demi kepentingan rakyat banyak, mereka rela berkorban apa saja.
            (17b)    Untuk kepentingan rakyat banyak, mereka rela berkorban apa saja.
            (18)      Agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan mereka hanya memerlukan waktu beberapa hari saja.
             (18a)   Agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan, mereka hanya memerlukan waktu beberapa hari saja.
Penggunaan bentuk ganda tampak pada contoh (13)- -(18). Dari segi makna dan kerapihan struktur kalimat, contoh (13)- - (18) itu tidak memperlihatkan adanya masalah kebahasan. Namun, dari segi kehematan penggunaan kata, pemakaian bentuk ganda itu mengandung kemubaziran. Oleh karena itu, yang disarankan untuk digunakan adalah contoh (13a) - - (18a) dan (13b)  - - (18b).
4.3       Penghematan Penggunaan Kata
Di dalam bahasa Indonesia tidak dikenal bentuk jamak atau tunggal secara tata bahasa. Katakaryawan,peserta, atau anak, misalnya, dapat bermakna tunggal dan dapat pula bermakna jamak. Hal itu sangat bergantung pada konteks pemakaiannya. Untuk menyatakan makna jamak, antara lain, dapat dilakukan dengan pengulangan atau penambahan kata yang menyatakan makna jamak, seperti para, beberapa, sejumlah, banyak, atau segala. Kedua cara pengungkapan makna jamak itu tidak digunakan secara bersam-sama. Perhatikan contoh dibawah ini.
(19)           *Beberapa rumah-rumah di bantaran kali itu akan segera ditertibkan.
(19a)    Beberapa rumah di bantaran kali itu akan segera ditertibkan.
(19b)    Rumah-rumah di bantaran kali itu akan segera ditertibkan.
(20)           *Karyawan harus menaati segala ketentuan-ketentuan yang berlaku di kantor.
(20a)    Karyawan harus menaati segala ketentuan yang berlaku di kantor.
(20b)    Karyawan harus menaati ketentuan-ketentuan yang berlaku di kantor.

5          Variasi
Penyusunan kalimat perlu memperhatikan variable kalimat karena variasi itu akan memberikan efek yang berbeda. Pemfokusan dengan mengedepankan unsure yang dianggap penting seperti yang telah dibicarakan pada bagian 3.1 dapat digolongkansebagai variasi urutan unsur kalimat. Namun, variasi kalimat bukan hanya itu. Variasi lain yang mempertimbangkan nilai komunikasi dapat berupa penyusunan kalimat berimbang, kalimat melepas, dan kalimat berklimaks.
5.1         Kalimat Berimbang
Yang dimaksud dengan kalimat berimbang adalah kalimat yang mengandung beberapa informasi yang kadarnya sama atau seimbang karena sama-sama penting. Contohnya adalah sebagai berikut.
(21)           Fajar telah menyingsing dan burung-burung pun mulai berkicau.
(22)           Semua orang laki-laki bekerja di sawah, sedangkan para istri mereka bekerja di rumah.
Kalimat (21) dan (22) masing-masing mengandung dua informasi. Informasi pertama pada kalimat (21) adalah ‘fajar telah menyingsing’ dan informasi kedua adalah ‘burung-burung pun mulai berkicau.’ Kedua informasi itu mempunyai derajat yang sama. Agar kedua informasi itu sederajat, dipilih jenis kalimat majemuk setara, bukan majemuk, bertingkat. Begitu pula kalimat (22), kalimat itu juga mengandung dua informasi yang sama-sama penting. Informasi pertama adalah ‘semua orang laki-laki bekerja di sawah’ dan informasi kedua adalah ‘para istri mereka bekerja di rumah.’ Kalimat (22) juga termasuk jenis kalimat majemuk setara. Bedanya adalah bahwa kalimat (21) berupa kalimat majemuk setara penjumlahan, sedangkan kalimat (22) merupakan kalimat majemuk setara pertentangan.
5.2         Kalimat Melepas
Kalimatmelepas berbeda dari kalimat berimbang. Kalimat berimbang mengandung informasi yang setara, sedangkan kalimat melepas mengandung informasi yang tidak setara. Di dalam kalimat melepas terdapat informasi utama dan informasi tambahan. Informasi utamanya diletakkan pada bagian awal kalimat dan informasi tambahan diletakkan pada posisi berikutnya sehingga seakan-akan informasi tambahan itu dilepas begitu saja. Karena derajat informasinya tidak sama, jenis kalimat yang digunakan bukan kalimat majemuk setara, melainkan kalimat majemuk bertingkat. Agar penjelasan ini lebih mudah dipahami, kalimat berimbang (21) dan (22) di atas, diubah menjadi kalimat melepas seperti berikut. 
(23)           Fajar telah menyingsing saat burung-burung mulai berkicau.
(24)           Semua orang laki-laki bekerja di sawah tatkala para istri mereka sedang bekerja di rumah.
            Dengan mengubah kalimat (21) dan (22) menjadi kalimat (23) dan (24), informasi yang terkandung di dalamnya mempunyai derajat yang berbeda. Perbedaan derajat informasi itu dipisahkan oleh kata penghubung saat dan tatkala. Informasi pada bagian awal kalimat, yaitu sebelum kata penghubung, adalah informasi utama yang derajatnya lebih tinggi, sedangkan informasi berikutnya, yaitu sesudah kata penghubung, adalah informasi tambahan yang derajatnya lebih rendah. Bagian kalimat yang memuat informasi utama itu adalah anak kalimat. Dengan demikian, kalimat (23) dan (24) adalah kalimat majemuk bertingkat.
5.3         Kalimat Berklimaks
Kalimat berklimaks merupakan kebalikan kalimat melepas. Pada kalimat melepas informasi utamanya terletak pada awal kalimat, sedangkan pada kalimat berklimaks informasi utamanya terletak pada bagian akhir kalimat. Dengan demikian, kalimat (23) dan (24) di atas dapat diubah menjadi kalimat berklimaks seperti berikut.
            (23a)    Saat burung-burung mulai berkicau, fajar menyingsing.
            (24a)    Ketika para istri mereka bekerja di dapur, semua orang laki-laki bekerja di sawah.
6         Kelogisan
Kelogisan ialah bahwa ide kalimat itu dapat dengan mudah dipahami dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku. Hubungan unsur-unsur dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis/masuk akal.
Contoh:
(25a)    Untuk mempersingkat waktu, kami teruskan acara ini. (salah)      
(25b)    Untuk menghemat waktu, kami teruskan acara ini. (benar)
(26a)    Mayat lelaki tua yang ditemukan itu sebelumnya sering mondar-mandir di daerah tersebut. (salah)
(26b)    Sebelum meninggal, lelaki tua yang mayatnya ditemukan itu sering mondar-mandir di daerah tersebut. (benar)

7         Kecermatan
Kecermatan di sini maksudnya tidak menimbulkan tafsiran ganda dan tepat dalam pilihan kata.
Contoh:
(27a)    Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu menerima hadiah. (salah)
            (27b)    Mahasiswa dari perguruan tinggi yang terkenal itu menerima hadiah. (benar)
            (28c)    Mahasiswa yang terkenal di perguruan tinggi itu menerima hadiah. (benar)
(29a)    Dia menerima uang sebanyak tiga puluh lima ribuan. (salah)
            (29b)    Dia menerima uang sebanyak tiga puluh lima ribu rupiah. (benar)
            (29b)    Dia menerima uang sebanyak tiga puluh lembar lima ribu rupiah. (benar)